Jumat, 24 Juni 2016

JalaludinRumi

Jalaluddin Rumi berkata: "Engkau mengaku telah memuliakan dan mencintai Tuhan. Tetapi mengapa dalam dirimu tdk ada tanda-tanda Sang perindu dan sifat-sifat mulia?"

Kemudian Rumi melanjutkan: "Jika engkau mengaku telah memakan manisan, namun mengapa aroma nafasmu berbau bawang?"

---------------

Begitulah Rumi mengkritik. Banyak orang yg mengaku mencintai Tuhan tapi masih saja menebar kebencian. Mengaku sebagai hamba-Nya yg lemah tapi masih saja menganggap remeh orang lain.

Mengaku sebagai makhluk yg penuh dosa dan hina dina tapi masih saja menganggap dirinya yg paling suci
Banyak orang yg mengaku Islam tapi orang lain masih terganggu dgn tangan dan lidahnya.

Mengaku berakhlak kepada Nabi tapi masih saja berkata kasar dan egois. Mengaku sering berwudhu tapi masih cepat marah.

Mengakui bahwa hanya Tuhan Yang Maha Benar tapi masih saja menganggap dirinya yg paling benar dan menyalahkan keyakinan orang lain
Mengaku rajin shalat tapi masih saja melakukan perbuatan keji dan mungkar.

Bukankah menghina, menuduh, memfitnah, mengkafirkan, berkata kasar, membenci, menganiaya, cepat marah, tdk sopan, dan lain2 semua itu termasuk perbuatan keji dan mungkar?

Kita kemanakan shalat kita selama ini? Di buang di tong sampah ya? atau dikubur hidup-hidup? Betapa malangnya engkau wahai shalat.

Catatan: Daripada melakukan perbuatan keji, lebih baik makan keju. Daripada melakukan perbuatan mungkar, lebih baik nonton sinetron shiren sungkar.

(Sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10203571451157893&id=1563621077&refid=17&_ft_=top_level_post_id.10200142642365635%3Atl_objid.10203571451157893%3Athid.1738191433%3A306061129499414%3A10%3A1420099200%3A1451635199%3A-3639521281797894752&__tn__=%2As)